Grobogan - Meskipun Kabupaten Grobogan sedari sore diguyur hujan, Sabtu (8/9/2022), ternyata tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk datang berduyun-duyun mengikuti acara Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng yang diselenggarakan di lapangan Desa Sugihan, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan.
Ribuan masyarakat yang tidak hanya berasal dari desa setempat, melainkan juga dari desa-desa lain bahkan kabupaten lain sejak sekitar pukul 19.00 WIB mulai memadati lapangan Desa Sugihan guna mengikuti Maiyahan— istilah untuk majelis atau pertemuan besar bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng.
“Thala’al badru ‘alaynaa, min tsaniyaatil wadaa’…,” senandung shalawat Thala’al Badru dilantunkan ribuan jamaah menyambut kedatangan Cak Nun dan Kiai Kanjeng beserta rombongan. Wakil Bupati Grobogan dr. Bambang Pujiyanto, M.Kes turut membersamai Cak Nun selama berlangsungnya acara. Tampak hadir pula jajaran Forkopimcam Kecamatan Toroh.
Di hadapan para jamaah, Cak Nun mengajak agar kita sebagai manusia senantiasa mengharmoniskan antara intelektualitas (akal) dan rohani (rasa) agar memperoleh kesejatian hidup. Lebih lanjut, Cak Nun menjelaskan bahwa manusia tidak punya alasan untuk tidak bersyukur. Sebab, setiap saat nikmat Allah yang dirasakan manusia tidak terhingga.
Emha Ainun Nadjib, nama lain Cak Nun, menjelaskan melalui contoh-contoh kecil dalam kehidupan sehari-hari yang manusia tidak memiliki kuasa untuk mengontrolnya. Sehingga, itu adalah hal-hal yang harus disyukuri. Seperti bagaimana peristiwa buang air kecil, di mana manusia tidak mampu menjadwalnya. Akan tetapi, organ-organ tertentu dalam tubuh melalui mekanismenya akan memberikan tanda-tanda bahwa peristiwa buang air akan terjadi.
“Itu nikmat bukan? Dadi... Kuwi wis nikmat banget to kowe, dikek i rahmat berupa nik arep nguyuh krasa. (Red: jadi, itu sudah nikmat banget kan kalian. Diberikan rahmat Allah berupa tanda-tanda hendak kencing). Kuwi wis nikmat luar biasa banget (Itu sudah nikmat luar biasa). Banyak sekali tak terhitung. Ada ayat-Nya, Wa in ta'uddụ ni'matallaahi laa tuḥṣụhaa… (Red: An Nahl: 18) nik kowe ngitung-ngitung nikmat Allah kepada kamu itu ora bisa diitung (red: kalau kamu menghitung-hitung nikmat Allah kepadamu kamu tidak akan bisa menghitungnya)”, ujarnya.
Senada dengan Cak Nun, Wabup Bambang Pujiyanto juga mengungkapkan esensi keharusan bersyukur. Menurutnya, Allah telah memberi kenikmatan yang tak berhingga dalam kehidupan kita sehingga tidak ada alasan untuk tidak bersyukur.
“Kenapa kita harus dan butuh bersyukur, ya.. karena Allah telah memberi kenikmatan yang sangat banyak sekali kepada kita. Oleh karena itu, kita harus bersyukur”, ungkapnya.
“(Wujud syukur) Pertama, dengan ucapan, Alhamdulillaahirabbil ‘alaamiin. Kemudian kita harus selalu mengingat kepada Allah dengan menjauhi larangan dan menjalankan semua perintah-Nya”, lanjutnya.
Meski lokasi acara becek dan banyak kubangan air karena diguyur hujan sejak sore hingga menjelang dimulainya acara, namun jamaah Sinau bareng Cak Nun tetap antusias mengikuti jalannya acara sampai selesai. Sinau Bareng ini berakhir sekitar pukul 23.40 WIB.
(Kontributor: Protkompim-JSA)