Grobogan - Jelang musim tanam kesatu (MT I), Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni, S.H., M.M dan Wakil Bupati Grobogan dr. Bambang Pujiyanto, M.Kes bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Grobogan turut serta dalam kegiatan gropoyokan tikus di Desa Kluwan, Kecamatan Penawangan, Senin (10/10/2022). Bupati dan Wakil Bupati tampak antusias dan tak jijik mengangkat tikus yang tertangkap pada kegiatan itu. Kegiatan gropyokan tikus tidak hanya dilakukan di Desa Kluwan, melainkan secara serentak di wilayah Kabupaten Grobogan. Gropyokan tikus ini dilakukan secara rutin setiap tahun sebagai upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan dan segenap stakeholders dalam upaya mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT).
“Tikus merupakan hama bagi tanaman pertanian yang berkembang biaknya sangat pesat dan merusak. Dalam kegiatan ini, setiap ekor tikus akan dihargai Rp1.000,00, serta dilombakan untuk tangkapan tikus terbanyak antar Gapoktan”, ujar Bupati Sri Sumarni.
Pemkab Grobogan mengambil beberapa kebijakan di bidang pertanian guna menjaga ketahanan pangan nasional dan serta-merta sebagai langkah penanganan inflasi dampak dari kenaikan bahan bakar minyak (BBM) baru-baru ini.
Menurut Bu Sri, upaya tersebut dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan dengan melaksanakan kegiatan Padat Karya Pertanian, yakni dengan melakukan pengerukan jaringan irigasi yang menunjang kegiatan pertanian sehingga distribusi air ke sawah lebih lancar.
“Dinas Pertanian mengadakan gerakan bersama, yaitu per desa dikasih alokasi 25 orang tenaga kerja yang intinya untuk mengeruk irigasi, aliran air supaya juga lancar, dan ini juga untuk membantu kelompok tani dan KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) supaya bisa mempertahankan ketahanan pangan tingkat nasional”, ujarnya.
Lebih lanjut, pihaknya menyampaikan, Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan juga mengkampanyekan gerakan menanam cabai di pekarangan. Di mana setiap desa akan mendapatkan bantuan sebanyak 800 bibit cabai dan 800 kg pupuk organik.
“Cabai tersebut ditanam dan dipelihara sehingga dapat dipanen setelah 2 bulan. Ibu ibu tidak perlu membeli cabai di pasar, karena sudah menanamnya di pekarangan masing masing”, terangnya.
Pada kegiatan tersebut juga dilaksanakan pemberian bantuan sembako berupa beras, bantuan voucher BBM untuk traktor dan pompa air, serta bantuan sayur-mayur dan buah-buahan sebanyak 150 paket dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah.“Bantuan BBM (untuk traktor dan pompa air) ini diberikan kepada petani yang memiliki traktor dan pompa air yang sudah didaftarkan. Kami berharap penerima bantuan tidak menaikkan jasa traktor maupun pompa, sehingga tidak memberatkan petani”, imbuhnya.
Bupati mengingatkan bahwa bantuan-bantuan tersebut adalah wujud kehadiran Pemerintah untuk membantu petani dan masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah, serta sifatnya hanya stimulant sebagai penggugah semangat para petani.
“Saya berharap, Gapoktan, Poktan dan petani serta masyarakat secara umum, agar terus bergotong royong, untuk secara mandiri terus berupaya mempertahankan produksi pertanianya, dan tetap saling membantu satu sama lain. Ciri dan semangat gotong royong inilah yang menjadikan daerah kita kuat, pertanian kita hebat, dan rakyat semakin sejahtera”, pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Grobogan, Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Grobogan, Kepala Satpol PP Kabupaten Grobogan, dan tamu undangan lainnya.
(Kontributor : Protkompim JSA)