Gresik - Mengingat peran pupuk khususnya pupuk bersubsidi di Kabupaten Grobogan sangat besar dan penting, utamanya dalam meningkatkan produksi pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani, Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni, S.H, M.M bersama Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan dan stakeholders terkait melakukan kunjungan kerja ke PT Petrokimia Gresik, Jumat (14/10/2022).
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pupuk Indonesia, Para Distributor Pupuk Bersubsidi, Para KPL (Kios Pupuk Lengkap), serta Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan. Atas peran Bapak Ibu semua, para petani di Kabupaten Grobogan bisa mendapatkan pupuk bersubsidi dalam jumlah yang memadahi. Sehingga para petani dapat meningkatkan produksi dan kesejahteraannya", ujar Bupati Grobogan.
Dalam sambutannya, Bupati Sri Sumarni menjelaskan sebenarnya alokasi pupuk untuk Kabupaten Grobogan sudah besar. Dimana pada tahun 2022 ini, alokasi Pupuk Urea di Kabupaten Grobogan sebesar 68.505 (Enam puluh delapan ribu lima ratus lima) Ton dari kebutuhan sebesar 84.494 (Delapan puluh empat ribu empat ratus sembilan puluh empat) Ton. Sedangkan, alokasi NPK sebesar 38.724 (Tiga puluh delapan ribu tujuh ratus dua puluh empat) Ton dari kebutuhan 95.045 (Sembilan puluh lima ribu empat puluh lima) Ton. Meski begitu, pihaknya berharap agar di tahun depan kuota alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Grobogan ditingkatkan kembali.
"Adanya beberapa program dari Kementerian Pertanian seperti IP 400 yang menambah indeks pertanaman dari 3 kali tanam menjadi 4 kali tanam dalam setahun, juga perlu menjadi perhatian di dalam menyusun alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Grobogan. Demikian juga adanya program tumpang sari tanaman, juga memerlukan tambahan alokasi pupuk bersubsidi", ungkapnya.
Harapannya, dengan penambahan alokasi pupuk bersubsidi dapat mempertahankan prestasi yang sudah diraih di sektor pertanian baru-baru ini. Sebagai lumbung pangan di Jawa Tengah, produksi padi Kabupaten Grobogan pada tahun 2021 yang lalu mencapai 801 ribu ton, yang menempatkan Kabupaten Grobogan sebagai produsen padi terbesar di Jawa Tengah dan peringkat ke-7 secara nasional."Pada Tahun 2021, produksi padi kita mencapai 801 ribu ton, sebagai peringkat 1 Provinsi Jawa Tengah dan Peringkat 7 Nasional. Selain itu, Grobogan juga sebagai salah satu daerah penghasil komoditas jagung dan kedelai yang terbesar dalam skala nasional", terangnya.
Lebih lanjut, Bupati Grobogan menyampaikan betapa vitalnya sektor pertanian dewasa ini. Di tengah tekanan ekonomi global dan resesi yang melanda dunia, sektor pertanian dan stakeholder yang ada di dalamnya adalah pilar utama dalam menjaga ketahanan dan kecukupan pangan. Saking penting dan besarnya kontribusi sektor pertanian, Bupati menyebut segenap pihak yang ada di sektor ini sebagai Pahlawan Pangan.
"Karena dalam kondisi ancaman krisis global saat ini, yang mana banyak negara-negara besar mengalami resesi ekonomi, yang salah satu penyebabnya adalah melemahnya ketahanan pangan, semoga di Indonesia tetap berdiri kokoh dan kuat ketahanan pangannya. Itu semua merupakan salah satu dari kerja keras dan kontribusi Bapak Ibu semua. Sekali lagi kami sampaikan, bahwa Bapak Ibu semua bagi kami adalah 'Pahlawan Pangan' ", tegasnya.
Turut mendampingi Bupati dalam kunjungan kerja, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Staf Ahli Bupati, perwakilan dari BPPKAD Kabupaten Grobogan, Sekretaris BAPPEDA Kabupaten Grobogan, Sekretaris Disperindag Kabupaten Grobogan, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Grobogan, serta Kabag perekonomian Setda Grobogan.Adapaun Rombongan dari Kabupaten Grobogan ini diterima oleh jajaran Direksi PT Petrokimia Gresik.
Dalam kunjungan kerja ini Pemkab Grobogan juga mengajak ratusan distributor pupuk bersubsidi dan Kios Pupuk Lengkap (KPL) yang ada di wilayah kabupaten Grobogan.
(Kontributor: Protkompim-- JSA)