Grobogan - Jumat siang, (27/10/2023), selepas shalat Jumat, Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni, S.H., M.M. didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Grobogan, Achmad Haryono, S.H. turun ke bawah (turba) menemui Kepala Desa, Perangkat Desa, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kecamatan Geyer.
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya koordinasi untuk meningkatkan sinergi pemerintahan. Bupati Sri Sumarni menyebut antara pemerintah kabupaten (pemkab) dan pemerintah desa (pemdes) sejatinya adalah satu sistem kesatuan.
“Bupati, Camat, Kepala Desa, termasuk Perangkat Desa dan BPD adalah dalam satu sistem”, ujar Bupati Sri Sumarni.
Sebagai satu sistem, maka sinergi antara pemkab dan pemdes, kata Bupati, harus semakin ditingkatkan agar program yang dirancang seiring sejalan sehingga dapat memberikan manfaat untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
“Kepala Desa bertugas sebagai penyelenggara pemerintahan desa, dibantu para perangkat desa, dan BPD mengawasi kinerja Kepala Desa secara obyektif. Baik buruknya pemerintahan ini adalah hasil karya dan kerja kita bersama”, jelas Bupati Sri Sumarni.
Bupati juga meminta Kepala Desa beserta perangkatnya, pun BPD, turut mendiseminasikan berbagai progres pembangunan yang telah dilakukan oleh pemerintah. Sebab, sebagai satu sistem, maka secara tanggup jawab moral dan kedinasan memiliki kewajiban untuk memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat.
“Jika kita sepakat dalam satu sistem, maka tugas kita adalah memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat”, ujarnya.
Bupati menyebut saat ini progres pembangunan jalan kabupaten telah mencapai 85 % dalam kondisi baik, termasuk di dalamnya adalah jalan di desa Asemrudung dan Bangsri yang masuk di wilayah kecamatan Geyer. Bupati menargetkan hingga akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), 90 % jalan kabupaten dalam kondisi baik.
Tak hanya infrastruktur jalan, kata Bupati, sewindu terakhir, pembangungan infrastruktur terus digenjot, seperti Puskesmas, Gedung Olah Raga (GOR), Gedung Serba Guna, Pasar Rakyat, Pusat Kuliner, Taman Publik, dan sebagainya. Pun pembangunan nonfisik, beragam bantuan sosial telah dikucurkan kepada masyarakat
“Tidak hanya Pembangunan fisik, kita juga memprogramkan untuk bantuan sosial bagi masyarakat kurang mampu yang kena dampak sosial, misalnya kebakaran, rumah roboh, sakit, dan sebagainya”.
Lanjutnya, “Termasuk juga (bantuan kepada) para Guru Madin, TPQ, Ponpes, Sekolah Minggu, dan juga operasional untuk RT dan RW. Walaupun jumlahnya belum banyak, semoga ada manfaatnya”.
Sementara itu, Kepala Dispermades, Achmad Haryono, menyebut bahwa sinergi antara Pemkab dan Pemdes ini perlu ditingkatkan guna menyongsong tahun anggaran 2024. Pihaknya menyebut antara program Pemkab dan Pemdes harus saling menopang dan saling mengisi
Lebih lanjut, Achmad Haryono mengapresiasi Kepala Desa dan Perangkat Desa di wilayah Kecamatan Geyer yang telah selesai melaksanakan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tingkat desa. Dirinya mengingatkan kepada Kepala Desa dan Perangkat Desa untuk segera menyusun RKP (Rencana Kerja Pemerintah dan APBDes.
(Protkompim – JSA-HNsT)