×

Warning

JUser: :_load: Unable to load user with ID: 83

Pemkab Grobogan Perkuat Gerakan Peduli Lingkungan di Sekolah: Program Adiwiyata Beri Penghargaan pada Sekolah Berbudaya Lingkungan

IMG 20231122 WA0021Purwodadi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan terus memperjuangkan hak setiap individu untuk mendapatkan pendidikan lingkungan hidup yang baik dan sehat melalui Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS). Program ini, yang melibatkan jenjang pendidikan mulai dari SD/MI hingga SMA/SMK/MA, menegaskan komitmen Pemkab Grobogan dalam mewujudkan kelestarian lingkungan hidup.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, S.Sos., M.Si. menyampaikan hal itu saat mewakili Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni, S.H., M.M pada acara Penguatan Gerakan Peduli Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) Tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Grobogan di Gedung Riptaloka Setda Grobogan, Rabu (22/11/2023).
Membacakan sambutan Bupati, Sekda Anang Armunanto menjelaskan bahwa seiringnya waktu, Program Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK) telah menjadi salah satu tonggak utama dalam mendorong pengetahuan dan kesadaran lingkungan di kalangan warga sekolah. Kata dia, program ini tidak hanya mengajak, tetapi memberikan penghargaan kepada sekolah-sekolah yang berhasil mengimplementasikan Gerakan PBLHS.
“Program Adiwiyata bukanlah lomba. Namun, merupakan pengakuan terhadap sekolah-sekolah dan madrasah dalam mewujudkan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah”, terangnya.
IMG 20231122 WA0020Sekolah yang menerima penghargaan Adiwiyata diakui atas keberhasilan mereka dalam menerapkan praktik-praktik baik dan perilaku ramah lingkungan di sekolah dan sekitarnya. Ini bukan hanya tentang lomba, melainkan pengakuan atas dedikasi sekolah dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup.
Sekda Anang Armunanto menilai Gerakan PBLHS bukan sekadar wacana. Program ini menurutnya telah membuktikan dampak positifnya, tidak hanya terbatas pada peningkatan kualitas lingkungan hidup di sekolah, tetapi juga merambah hingga ke daerah setempat. Lingkungan pemukiman yang baik dan sehat menjadi tujuan utama, dengan kontribusi nyata mulai dari penghematan energi, pengelolaan sampah, hingga penanaman pohon.
Lanjutnya, penghargaan Adiwiyata menjadi resonansi arahan Bapak Presiden Joko Widodo yang mendorong rehabilitasi hutan dan lahan. Tujuannya jelas, mengurangi dampak bencana alam dan perubahan iklim yang semakin nyata.
"Arahan Yang Terhormat Bapak Presiden Joko Widodo agar kita semua juga untuk terus melakukan rehabilitasi hutan dan lahan, untuk tujuan dapat mengurangi dampak dari bencana alam dan perubahan iklim”, ujarnya.
Tambahnya, selaras dengan visi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Kurikulum Merdeka yang sederhana, fleksibel, dan kontekstual, Program Adiwiyata bukan hanya memenangkan hati sekolah, tetapi juga mendukung transformasi satuan pendidikan. Tanggung jawab menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, menyenangkan, dan inklusif menjadi misi bersama seluruh insan pendidikan.
"Inilah sejatinya yang menjadi roh anugerah Adiwiyata, sehingga apa yang dilakukan KLHK sangat mendukung upaya kebijakan Kemendikbudristek," kata Sekda Anang Armunanto.
Bagi sekolah dan madrasah yang meraih Penghargaan Adiwiyata, pihaknya mengingatkan agar tidak hanya melihatnya sebagai prestise semata. Harapannya, penghargaan ini menjadi pemacu inovasi dalam menyelesaikan persoalan lingkungan. Bukan hanya sebagai trofi kebanggaan, melainkan sebagai inspirasi untuk menciptakan langkah-langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Grobogan, Drs. Mokamat, M.Si  mengatakan penghargaan Adiwiyata diberikan kepada sekolah yang berhasil menerapkan Gerakan PBLHS. Beberapa praktik ramah lingkungan yang diapresiasi, kata dia meliputi menjaga kebersihan, fungsi sanitasi, dan drainase; mengelola sampah melalui 3R (reduce, reuse, dan recycle); melakukan penanaman, pemeliharaan pohon/tanaman, dan pembibitan; penghematan dan konservasi air; penghematan dan konservasi energi; serta inovasi terkait Perilaku Ramah Lingkungan (PRLH).
Mokamat menyampaikan sebanyak 16 Sekolah Adiwiyata Kabupaten Tingkat SD/MI, 7 Sekolah Adiwiyata Kabupaten Tingkat SMP/MTs, 4 Sekolah Adiwiyata Provinsi, dan 4 Sekolah Adiwiyata Nasional berhasil lulus seleksi Administrasi dan Verifikasi Lapangan Tingkat Kabupaten, Provinsi, dan Nasional. 
Dirinya mengharapkan penghargaan ini bukan hanya sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi sekolah dalam menjalankan Gerakan PBLHS, tetapi juga sebagai dorongan untuk lebih giat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. 
 
(Protkompim— JSA/ HNsT)