×

Warning

JUser: :_load: Unable to load user with ID: 83

Tingkatkan Kesiagaan Bencana, Pemkab Grobogan Gelar Forum Terpadu

IMG 20231025 123302Grobogan - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, S.Sos., M.Si. mengajak segenap pemangku kepentingan, baik dari unsur perangkat daerah, instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan maupun perorangan agar meningkatkan kerja sama dan sinergi dalam penanggulangan bencana.
Salah satu cara meningkatkan kerja sama dan sinergi itu, kata Sekda Anang Armunanto,  adalah dengan menggelar Forum Terpadu Penanggulangan Bencana Antisipasi Menghadapi Musim Penghujan 2023/2024 dan Monev Penanganan Kekeringan di Kabupaten Grobogan yang dihadiri oleh Perangkat Daerah, Instansi Vertikal, dan Pemangku Kepentingan terkait bertempat di Ruang Rapat Wakil Bupati, Rabu (25/10/2023)
“Forum terpadu ini guna meningkatkan kerjasama dan sinergi kita bersama-sama untuk tanggap terhadap kemungkinan terjadinya bencana”, ujar Sekda Anang Armunanto.
Sekda Anang Armunanto, yang juga Ex-officio Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mengatakan terdapat 3 (Tiga) hal prinsip ketika mendiskusikan bencana. Ketiga hal itu adalah prabencana, tanggap darurat, dan pascabencana. 
IMG 20231025 123319Dari ketiga hal itu, sebagai sebuah proses terencana yang dilakukan untuk mengelola bencana dengan baik dan aman, kata Sekda, maka fase prabencana menjadi hal yang sangat penting untuk mengurangi dampak yang diakibatkan oleh sebuah bencana. Pada tahapan prabencana ini harus melibatkan kesiagaan, peringatan dini, dan mitigasi.
“Sebenarnya ada 3 (Tiga) hal prinsip, yang pertama adalah prabencana atau sebelum bencana, kemudian tanggap darurat atau saat terjadi bencana, dan selanjutnya, pascabencana atau penanganan setelah terjadi bencana”, jelasnya.
Imbuhnya, “Dari ketiga hal prinsip tersebut, yang paling bagus adalah prabencananya. Ketika kita bisa sedemikian rupa untuk mengantisipasi untuk memitigasi sehingga kita mampu meminimalkan terjadinya bencana, apalagi jika secara nyata itu sebagai bagian dari akibat ulah kita”.
Pada kesempatan itu, pihaknya meminta kepada perangkat daerah teknis untuk segera melakukan beragam upaya memitigasi bencana. Utamanya, kesiagaan menghadapi musim penghujan yang diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan mulai pada awal bulan November ini.
“Kepada OPD (Organisasi Perangkat Daerah) teknis supaya memitigasi bencana terkait perampasan batang pohon, susur sungai untuk mengetahui tanggul yang rawan longsor, diadakannya kerja bakti pembersihan sampah-sampah yang menumpuk pada saluran”, pintanya.
Tambahnya, “Kepada para Administratur KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) untuk lebih waspada, memperhatikan titik-titik mana yang rawan adanya kebakaran hutan/lahan yang sangat berdampak sekali pada polusi udara dan banjir pada saat musim penghujan”.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Grobogan, menyampaikan kekeringan yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Grobogan, BPBD telah mendistribusikan bantuan air bersih. Pihaknya mengapresiasi partisipasi dari dunia swasta, organisasi masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya yang telah berkontribusi dalam mengatasi bencana kekeringan ini.
Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari Kodim 0717/Grobogan, perwakilan Polres Grobogan, Kepala BBWS Pemali Juana dan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Jawa Tengah.
(Protkompim— JSA-HNsT)