Grobogan - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan Dr. Ir. Mohamad Sumarsono, M.Si mengajak segenap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan agar secara aktif mensosialisasikan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing tentang bagaimana sikap ketika menghadapi situasi kedaruratan. Hal tersebut disampaikan Sekda Dr. Ir. Moh. Sumarsono, M.Si saat memimpin apel pagi karyawan-karyawati di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda), BAPPEDA, BPPKAD, dan Satpol PP Kabupaten Grobogan, Senin (31/10/2022), di halaman Setda Grobogan.
“Hal-hal yang terkait dengan kebencanaan saya kira perlu selalu kita sosialisasikan kepada masyarakat. Khususnya kita yang ASN, karena kalau kita ASN biasanya dianggap tokoh masyarakat di lingkungannya masing-masing”, ujarnya.
Sekda Dr. Ir. Moh. Sumarsonono, M.Si mengajak segenap ASN agar senantiasa menambah informasi dan kemampuan terkait kesiapsiagaan bencana ini. ASN, kata Sekda Moh. Sumarsono harus memiliki kemampuan dalam mengenali potensi bencana, mengenali bagaimana harus bersikap ketika terjadi bencana, dan harus tahu kontak-kontak (Call Center) layanan kedaruratan di Kabupaten Grobogan.
“Karena kalau kita ASN, di masyarakat biasanya dianggap tokoh masyarakat di lingkungannya masing-masing. Oleh karena itu, informasinya harus lebih banyak, kemampuan harus lebih dari yang lain. Sebab (Red: ASN) akan menjadi tempat bertanya masyarakat. Oleh karena itu, kenali bencana, kenali bagaimana kita harus bersikap ketika terjadi bencana, dan kenali telpon-telpon yang penting di Kabupaten Grobogan ketika terjadi bencana”, terangnya.
Lebih lanjut, Sekda Dr. Ir. Moh. Sumarsono, M.Si menyampaikan saat ini Pemkab Grobogan telah memiliki fasilitas nomor tunggal layanan panggilan darurat atau call center 112 yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Grobogan. Selain itu, Pemkab juga memiliki Public Safety Center (PSC) 119 Si Sigap yang dikelola oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Grobogan.Dilansir dari laman diskominfo.grobogan.go.id, kondisi dan situasi yang diimbau untuk menghubungi 112, diantaranya adalah kondisi yang dianggap berbahaya atau mengancam nyawa, terjadinya tindakan kriminal, kecelakaan, bencana alam, kebakaran, pohon tumbang, serangan hewan buas, dan kegawatdaruratan lainnya. Layanan panggilan darurat atau call center 112 selain bebas pulsa all operator, gratis, bahkan tanpa SIM Card pun, serta petugas siap siaga 24 jam nonstop.
Sementara itu, (PSC) 119 Si Sigap adalah produk pelayanan kegawatdaruratan yang dimiliki oleh Dinkes Kabupaten Grobogan. Mengutip dari laman dinkes.grobogan.go.id, PSC 119 Si Sigap memiliki sistem, mekanisme dan prosedur yakni sistem komunikasi gawat darurat, sistem penanganan korban/pasien gawat darurat, dan sistem transportasi gawat darurat.
“Jadi intinya adalah bagaimana kita familiar, bagaimana kita terbiasa dengan situasi kedaruratan. Karena bagaimanapun yang namanya bencana itu datangnya tidak diundang pergi juga tidak diantar. Oleh karena itu, kita semuanya harus siap menghadapi bencana”, tegasnya.
Hadir dalam apel rutin tersebut antara lain jajaran Staf Ahli Bupati, jajaran Asisten Sekda Grobogan, Kepala BAPPEDA Kabupaten Grobogan, Kepala BPPKAD Kabupaten Grobogan, Kepala Satpol PP Kabupaten Grobogan, dan para pejabat struktural di lingkungan Setda, BAPPEDA, BPPKAD, dan Satpol PP Kabupaten Grobogan.
(Kontributor: Protkompim—JSA)