Purwodadi — Kompetisi desain logo branding dan tagline untuk Kabupaten Grobogan memasuki tahap krusial dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) pada Jumat (8/12/2023). Tiga desain terbaik telah terpilih sebagai bahan kajian, menandai langkah signifikan dalam menciptakan identitas visual untuk Kabupaten Grobogan.
Gelar terbaik pertama berhasil diraih oleh Darsono dari Cirebon, Jawa Barat, dengan tagline "Grobogan the Amazing of Java". Disusul oleh karya kedua dari Jemmi Hadi S, asal Samarinda, Kalimantan Timur, yang mengusung tema "Grobogan Treasure of Culture", dan peringkat ketiga oleh Mohammad Aditia Gilang Romadhoni dari Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, dengan tagline "Grobogan the Miracle of Charm".
Selain mendapatkan apresiasi berupa prestise, ketiga pemenang ini berhak atas hadiah masing-masing sejumlah Rp 25 juta, Rp 20 juta, dan Rp 15 juta. Dalam kompetisi yang memerlukan kecermatan dan kreativitas, para peserta berhasil menyisihkan 210 karya lainnya, termasuk 19 desain dari warga Grobogan sendiri.
Proses penilaian dilakukan oleh juri terkemuka, seperti Prof. Sahid Teguh Widodo, Prof Dr Agus Purwantoro, Suliwati, Prof Diah Kristina, Mardjoko, Adi Widjaja, dan Afi Wildani, yang memberikan pandangan dari berbagai aspek desain.
Saat membuka FGD, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, S.Sos., M.Si., menyampaikan harapannya agar ikon-ikon lokal dapat tercermin dalam logo. Dengan membayangkan adanya patung burung putergeni yang menyangga padi, jagung, dan kedelai, Anang berharap logo yang terpilih dapat dengan jelas mengidentifikasi Grobogan sebagai daerah penghasil ketiga komoditas tersebut.
“Ketika kita membicarakan branding, dalam benak saya nggih Prof, barangkali kalau salah nanti mohon untuk dikoreksi, adalah bagaimana kita membranding daerah kita supaya memiliki image, ciri, atau karakter, identitas, merek, yang itu mencirikan daerah kita, Grobogan ini, supaya bisa dikenal di kancah lokal, nasional, maupun internasional kalau perlu”, ujarnya.
Sekda Anang menegaskan keinginannya agar logo terpilih mampu menjadi ciri khas yang kuat bagi Kabupaten Grobogan. Ia juga menyoroti pentingnya aplikabilitas logo dan tagline di berbagai media, seperti kaos, kemeja, ukiran, patung miniatur, dan lainnya.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudbar) Kabupaten Grobogan, Edy Santoso, mengungkapkan bahwa ketiga desain terbaik ini masih akan melalui tahap evaluasi lebih lanjut sebelum menjadi city branding resmi untuk Grobogan. Meskipun dianggap terbaik, Edy Santoso menekankan bahwa logo tersebut harus mampu merepresentasikan potensi Grobogan secara menyeluruh.
Edy juga menegaskan bahwa ketiga desain terbaik akan menjadi milik Pemerintah Kabupaten Grobogan dan dapat dikembangkan untuk keperluan daerah tanpa adanya kewajiban memberikan royalti kepada pemilik karya.
Dalam penilaian aspek desain, Prof. Sahid Teguh menjelaskan bahwa logo dan tagline dinilai dari komposisi warna, simbol, karakteristik, visual, intuisi, dan makna yang sesuai dengan ciri khas daerah. Prof. Diah Kristina menambahkan bahwa logo harus memuat unsur rasa ingin memiliki atau sense of belonging, sementara tagline harus memiliki makna yang mampu membawa Grobogan mendunia.
Dengan demikian, tahap penentuan logo dan tagline untuk Kabupaten Grobogan ini tidak hanya menciptakan identitas visual yang kuat, tetapi juga membuka peluang untuk membangun citra yang melekat di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.
(Protkompim— JSA)