×

Warning

JUser: :_load: Unable to load user with ID: 83

Kendalikan Inflasi, Bupati dan Wakil Bupati Grobogan Ikuti Rakor Bersama Mendagri

IMG 20230606 WA0077Grobogan - Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni, S.H., M.M. dan Wakil Bupati Grobogan dr. Bambang Pujiyanto, M.Kes. mengikuti rapat koordinasi (rakor) Pengendalian Inflasi Daerah bersama Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri RI) Tito Karnavian secara daring dari Ruang Rapat Wakil Bupati, Selasa (6/6/2023).

IMG 20230606 WA0078Mendagri Tito Karnavian pada kesempatan itu menjelaskan laju inflasi dalam negeri terus menunjukkan angka yang relatif terkendali.  Menurut rilis Badan Pusat Statistik (BPS) tanggal 5 Juni 2023 (y-on-y), tingkat inflasi tahunan konsisten mengalami penurunan.
“Dalam rilis yang disampaikan BPS di media, Alhamdulilah inflasi kita dari tahun ke tahun, artinya di bulan Mei tahun 2023, dibanding pada bulan Mei tahun 2022 y-on-y, dari 4,33 persen mengalami penurunan ke 4,00 persen”, tutur Tito.
Imbuhnya, “Sedangkan dari bulan ke bulan, naik di bulan April 2023 di angka 0,33 persen mengalami penurunan menjadi 0,09 persen di bulan Mei 2033. Ini artinya angka inflasi di Indonesia secara umum relatif terkendali”.
Pihaknya juga menyampaikan rasa terima kasih dari Presiden Joko Widodo kepada semua pihak yang terlibat dalam pengendalian inflasi. Pasalnya, pengendalian inflasi merupakan kerja sama pemerintah pusat dan seluruh pemerintah daerah (Pemda). Mendagri Tito menegaskan, pengendalian inflasi ini penting karena merupakan tanggung jawab moral kepada masyarakat.
“Pengendalian inflasi bukan untuk menyenangkan sosok pimpinan, yang lebih utama adalah sebagai tanggung jawab moral kita kepada masyarakat karena dengan terkendalinya harga barang dan jasa artinya terjadi keterjangkauan harga, kesediaan yang cukup untuk barang dan jasa terutama makanan dan minuman dll yang menjadi kebutuhan pokok”, jelas Mendagri.
Ia mengungkapkan, hal tersebut akan berpengaruh banyak kepada situasi keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya di tahun politik, serta berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dan program-program pembangunan.
“Ini tentu menguntungkan tidak hanya bagi pemerintah pusat tetapi juga seluruh daerah. Ini adalah kinerja teman-tenan di daerah karena masyarakat pasti akan merasakan kenyamanan kalau semua harga barang dan jasa terkendali”, jelasnya.
Walaupun inflasi relatif terkendali, Mendagri meminta agar ada percepatan realisasi APBD TA 2023 dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya beli dan konsumsi masyarakat.
"Belanja Pemerintah merupakan hal yang cukup penting untuk menstimulasi sektor swasta sehingga akan terjadi peningkatan uang yang beredar", tegasnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam paparannya menyampaikan Penyumbang utama inflasi Mei 2023 (m-to-m) adalah inflasi kelompak makanan, minuman, dan tembakau (0,48%) yang dapat diredam oleh deflasi kelompok transportasi (0,56%) serta pakaian & alas kaki (0,46%). Secara tahunan (y-on-y), inflasi Mei 2023 mencapai 4,00%, lebih rendah dibanding inflasi tahunan April 2023 yang sebesar 4,33%, tetapi lebih tinggi dibanding inflasi tahunan Mei 2022 (3,55%).
Adapun komoditas penyumbang utama inflasi bulanan di antaranya adalah bawang merah, daging ayam ras, ikan segar, telur ayam ras, dan rokok kretek filter, sementara komoditas penyumbang utama inflasi tahunan di antaranya adalah bensin, beras, rokok kretek filter, tarif kontrak rumah, dan bahan bakar rumah tangga.
Turut hadir mengikuti rakor tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan, Komandan Kodim 0717/Grobogan, Kepala Kejaksaan Negeri Grobogan, serta Kepala Perangkat Daerah terkait.
 
(Protkompim— JSA)