×

Warning

JUser: :_load: Unable to load user with ID: 83

Bupati Grobogan Tinjau Warga Terdampak Banjir

WhatsApp Image 2023 01 02 at 10.16.09Grobogan - Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni, S.H.,M.M meninjau beberapa titik lokasi terdampak banjir di wilayah Kabupaten Grobogan, Senin (02/01/2023). Lokasi yang ditinjau antara lain Desa Karanganyar Kecamatan Purwodadi, Desa Mayahan Kecamatan Tawangharjo, serta Desa Karangsari, Desa Lemah Putih, dan Desa Temon Kecamatan Brati.

Sebelumnya, Wakil Bupati Grobogan dr. Bambang Pujiyanto, M.Kes juga meninjau lokasi banjir di Desa Mayahan Kecamatan Tawangharjo, Minggu (01/01/2023) sekira pukul 23.00 WIB.

“Bantuan logistik berupa Beras dan Indomie telah kita salurkan. Selain pemenuhan bantuan logistik, kita juga memastikan untuk pemenuhan bidang kesehatan, untuk obat-obatan dan tenaga kesehatan yang hadir di lokasi,” jelas dr. Bambang Pujiyanto.

WhatsApp Image 2023 01 02 at 16.00.48Sementara itu, dalam kunjungan ke lokasi terdampak banjir ini, Bupati Sri Sumarni ingin memastikan bahwa masyarakat telah terpenuhi kebutuhan pangannya. Salah satu upayanya adalah mendirikan dapur umum. Untuk itu, Bupati mengingatkan sinergi segenap elemen dan kegotongroyongan masyarakat sangat diperlukan ketika menghadapi situasi kebencanaan/kedaruratan.

“Supaya masyarakat sudah beban banjir, supaya tidak kelaparan. Bahan-bahannya, termasuk beras, lauk-pauknya, dari pemerintah daerah juga ada. Ini sebetulnya kalau gotong royong juga bisa lah”, ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Grobogan juga mendapatkan keluhan dari petani. Sebab, banjir yang berlangsung beberapa hari membuat tanaman terancam puso. Karena itu, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi dengan menggandeng Dinas Pertanian Grobogan agar para petani bersedia mengasuransikan tanamannya. Harapannya, dengan mengasuransikan lahan pertanian yang terendam banjir, para petani akan mendapatkan ganti kerugian.

’’Petani tadi mengeluh juga, tanaman nanti puso. Saya nanti sosialisasikan dengan pertanian, Pak Camat, supaya diasuransikan. Cuma bayar Rp 36 ribu (per musim tanam per hektar), nanti dapat Rp 6 juta (saat puso),’’ paparnya.

Bupati menyebut beberapa desa di Grobogan memang langganan banjir. Dia pun meminta agar semua pihak gerak bersama untuk mengatasi kondisi banjir ini.

(Kontributor: Protkompim—JSA)