GROBOGAN- Bupati Grobogan Sri Sumarni mengatakan, beberapa indikator pembangunan di tahun 2020, di Kabupaten Grobogan menunjukan kondisi kurang baik. Kemiskinan naik, pertumbuhan ekonomi minus, inflasi sangat rendah dan tingkat pengangguran terbuka cenderung naik. Hal ini terjadi tidak hanya di Grobogan, tetapi juga terjadi pada skala provinsi maupun pusat, sebagai salah satu dampak dari Pandemi. Oleh itu pada Tahun 2022, diharapkan menjadi tonggak untuk memulihkan kembali perekonomian yang telah terpuruk di tahun 2020. Di Kabupaten Grobogan
Hal tersebut disampaikan Bupati Grobogan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan RKPD Kabupaten Grobogan Tahun 2022, di gedung Reptaoka, Rabu (17/3). Dimana menurutnya dari beberapa aspek dengan tren perkembangan baik dari tahun ketahun akan tetap diprioritaskan, terlebih jika itu berdampak langsung kepada masyarakat, antara lain penurunan angka kemiskinan, stabilitas ekonomi, penurunan angka pengangguran, peningkatan pendapatan perkapita, maupun peningkatan Indek Pembangunan Manusia (IPM).
“Tentunya masih banyak kekurangan. Lebih-lebih di penghujung akhir masa jabatan ini ditengah Pandemi, yang terpaksa harus menata ulang program yang telah direncanakan, dan dialihkan untuk penanganan Covid-19. Pada kesempatan yang baik ini saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat Kabupaten Grobogan, bahwa terhitung mulai tanggal 21 Maret 2021 besok, masa kepemimpinan saya sebagai Bupati Grobogan periode 2016 – 2021, akan berakhir,” jelas Bupati.
Menurtnya paling banyak menjadi keluhan saat ini adalah, kerusakan jalan di berbagai ruas, utamanya jalan provinsi. Hal itu menurutnya lantaran yang dialami provinsi juga sama, prioritas anggaranya untuk Covid-19.oleh itu pihaknya meminta masyarakat untuk bersabar dan memaklumi.
“Kami sudah terus berkoordinasi dengan Bapak Gubernur, selama 5 tahun ini, Alhamdulillah berbagai prestasi nasional dan provinsi, kita raih bersama, beberapa target pembangunan juga banyak tercapai, bahkan ada yang melebihi target RPJMD, agar ada prioritas perbaikan jalan provinsi di Kabupaten Grobogan, agar Bupatinya tidak dikuyo-kuyo warganya,” jelasnya.
(Kontributor : ans/an lj)